Senangnya dijatuhi cinta!! (Untukmu Semua Muslimah Saudariku)

Secara alami, dan tentunya tanpa disadari (otomatis) semakin banyak jenis orang yang kita temui di saat kita makin dewasa dan sedang dalam perjalanan menuju pada kedewasaan.

Bukanlah hal yang mustahil, kalau suatu hari ada seorang laki-laki datang kepada kita,
Untuk mengikat kita TAPI laki-laki itu tidaklah mengikat sebagai suami…
Melainkan pacar, HTS-an, TTM-an, menge-take kita, apapun itu namanya..

Jika kamu pikir ia adalah laki-laki yang shalih,
maka ketahuilah bahwa orang shalih tidak akan mendahului ketentuan Allah,
untuk mencoba-coba berpasangan sebelum ia bertemu dengan jodohnya..
Sebelum ia benar-benar berpasangan dengan seorang perempuan, di atas janji suci, di hadapan Allah..

Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang baik,
maka ketahuilah bahwa orang yang baik tidak akan menodaimu,
dengan zina yang ia torehkan padamu!
Orang yang baik pasti tidak akan membiarkan dirimu berhubungan dengannya,
agar kamu tetap memiliki hati yang bersih..

Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang dewasa,
Maka ketahuilah bahwa orang dewasa adalah orang yang berani bertanggung jawab atas segala perbuatannya..
Orang yang bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, tidak hanya kepada dirinya dan dirimu saja..
Tapi juga kepada Allah Azza wa Jalla..

Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang pengertian,
Maka ketahuilah bahwa orang yang pengertian seharusnya terlebih dulu mengerti akan kedudukannya sebagai makhluk Allah..
Bahwa kewajibannya untuk mengikuti perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, bahkan tidak mendekati apa yang menurutnya syubhat,
yaa seperti menjalin hubungan kasih denganmu itu..

Sulit untuk tetap istiqomah, untuk menghindari ini semua memang tidaklah mudah..
Tapi bukanlah hal yang mustahil, jika kita tetap ingat bahwa Allah satu-satunya kekasih kita.
Sebab semua ini akan kita nikmati dengan indah pada waktunya, waktu yang tepat nanti..

Mari sama-sama belajar dan saling mengingatkan sebagai saudari se-iman..
Bukan bermaksud menghakimi, tapi ini demi kebaikan kita dan pride kita sebagai Muslimah…

*semoga Allah selalu melindungi kita dengan cintaNya…
Ayo sama-sama belajar terus, belajar dari kehidupan yang dilalui…

(Diolah dari berbagai sumber)

copast dari notes saudariku, Shiva Devy

say YES to CHANGE!!! Kuala Lumpur, November 2009

howaa….
siapa yg mau ke luar negeri?
yaa… walopun cuma nybrang ke malaysia, setidaknya kita bisa nambah cerita kehidupan kita lah!
kita juga akan punya pengalaman dan kenalan baru tentunya! :D

eits, tunggu dulu! gak berhenti disitu!
seperti yg uda rz bilang, banyak hal baru yg akan kita dapet!

# terbang bersama Air Asia ke Negeri Jiran
A colorful multi-racial country, snugged comfortably between Thailand and Singapore.

# nginep di jantung kota KL

# Dinner : Anything, Everything

# hari pertama ke Putrajaya International Convention Center, yg terlihat megah!
ketemu sama orang2 oke:
Biz Stone (the co-founder of Twitter),
Sir Bob Geldof (Founder of Live8),
Dr. Mamphela Ramphele (Former MD of World Bank and Vice Chancellor of Cape Town University),
Amitabh Bachchan (Bollywood icon)

# nightlife, explore KL with our new friends

# hari kedua, ketemu ama:
Garry Kasparov (World Chess Champion),
Randi Zuckerberg (Marketing Director of Facebook),
Tony Fernandes (AirAsia CEO),
Nando Parrado (Andes crash survivor)

# sharing our goals with others (pemuda se-asia-tenggara yg punya motivasi dan pastinya most inspiring)!

semua akan kita temui di:

Youth Engagement Summit 2009

@ Kuala Lumpur, November 2009

pokoknya, seabreg pengalaman excited bakalan kita dapetin!
tunggu apa lagi?!

just click:

http://indonesia.youthsays.com/seachange/go/mh_
http://indonesia.youthsays.com/seachange
http://blog.youthsays.com/seachange/2009/09/30/yes2009-the-trip/

Don’t missed it!

Air Mata Mutiara

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

“Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata,

“Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.”

Si ibu terdiam, sejenak, “Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

=================================================

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”.

Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa” menjadi “orang luar biasa”.

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami.

Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa’ yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara’. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja’.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar Anda. Cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hati Anda “Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara.” Semoga……..

Abdoel Aziz

diambil dari: http://www.tijarotanlantabur.com/index.php?file=15&act=detail&page=1&id=49